Dr Jack Newman - Breastfeeding Help and Lactaion Consultant Training  
Memasukkan Alat Bantu Laktasi
Bayi ini membutuhkan tambahan asupan atau suplementasi. Sangat baik jika bayi mendapatkan suplementasi ini dengan menggunakan alat bantu laktasi karena:

1. Bayi bisa tetap menyusu pada payudara
2. Bayi belajar menyusu dengan menyusu langsung ke payudara
3. Ibu belajar menyusui dengan menyusui langsung dari payudara
4. Bayi terus menyusu dan terus mendapatkan ASI dari payudara dan sehingga bisa membantu meningkatkan produksi ASI ibu
5. Bayi tidak akan menolak pelekatan ke payudara, tidak seperti bayi yang diberi suplementasi dengan botol
6. Masih banyak kebaikan dari menyusui langsung pada payudara selain ASI, yang sama pentingnya dengan ASI

Salah satu cara memperkenalkan alat bantu laktasi adalah dengan memasukkannya ketika bayi sudah mulai menyusu pada payudara seperti contoh yang ada di tayangan video ini. Cara lain adalah dengan mengatur posisi selang pada puting dan lakukan pelekatan bayi ke payudara dan ke alat bantu laktasi pada waktu yang bersamaan.

Perhatikan posisi bayi:
1. Dagu bayi menyentuh payudara tetapi hidung tidak menyentuh sama sekali.
2. Bibir bawah bayi menutupi sebagian besar areola dibandingkan dengan bibir atasnya.
3. Posisi bayi agak sedikit miring kearah ibu.

Bayi ini sekarang sudah menyusu pada kedua payudara dan tidak mendapatkan aliran ASI yang cukup deras (bayi terlihat lebih sering mengempeng pada payudara – lihat pada tayangan video bayi yang minum dan mendapatkan ASI dan yang tidak mendapatkan ASI). Inilah saatnya kita memberikan suplementasi.

Perhatikan catatan penting ini:
1. Posisikan bagian payudara sehingga ada cukup ruang terlihat pada bagian sudut mulut bayi.
2. Posisi bayi yang agak miring ke atas ini mempermudah mencari sudut mulutnya dan memudahkan memasukkan selang.
3. Selang dimasukkan pada bagian sudut mulut bayi.
4. Dorong selang kearah belakang sehingga mencapai bagian depan kerongkongan bayi tetapi usahakan juga tetap diatas menyentuh bagian langit-langit mulut bayi.
5. Aliran susu akan berjalan melalui selang dan masuk ke mulut bayi, tetapi bayi terlihat tidak minum (perhatikan kembali tanda-tanda bayi menyusu atau tidak menyusu pada video klip lain). Ada sesuatu yang tidak berjalan dengan semestinya.
6. Ibu mulai melakukan kompresi atau penekanan pada payudara, tetapi kompresi seharusnya dilakukan ketika bayu sedang menyusu tetapi tidak mendapatkan ASI, bukan pada saat bayi diam saja. Selain itu, kompresi pada saat bayi mendapatkan suplementasi juga tidak terlalu diperlukan.
7. Pada detik ke 21 di video ini, saya menggoyangkan posisi selang, dan sekarang selang mulai bekerja. Bayi ini mulai minum.
8. Perhatikan bagaimana mata bayi mulai terbuka lebar ketika aliran susu masuk ke mulutnya. Bayi bukan makhluk yang “pemalas”; mereka merespon pada aliran ASI. Bayi yang sangat kecil biasanya akan mudah tertidur jika aliran ASI tidak cukup deras, bukan karena mereka mendapatkan cukup ASI.
9. Saya menggoyangkan lagi selang ini pada detik ke 35. Jika posisi selang dan pelekatan bayi benar, maka suplementasi dengan menggunakan alat bantu laktasi ini tidak memakan waktu lebih lama dibandingkan memberikan bayi cairan tambahan melalui botol susu atau dengan bantuan jari yang diatasnya diletakkan selang. Menggunakan metode memberi asupan dengan jari yang dibantu selang juga kurang tepat jika sebenarnya bayi mau menyusu langsung pada payudara.
10. Pada sekitar menit ke 1 di video ini, saya menarik sedikit dagu bayi ke arah bawah. Ingat, pelekatan yang baik dan posisi selang yang tepat akan membuat kerja suplementasi ini berjalan dengan baik. Tujuan menurunkan dagu bayi adalah agar ia mendapatkan lebih banyak payudara ibunya di dalam mulutnya.
11. Sekitar 1 menit dan 18 detik, kami membantu memposisikan bayi lebih asimetris dengan meminta ibu mendorong bagian pantat bayi dengan pangkal lengannya.
12. Sekitar 1 menit dan 55 detik, tampak susu yang keluar sedikit dari mulut bayi dan ini menandakan ada yang kurang tepat. Bayi sedikit melepas payuadara ibu atau selang berubah posisi. Menggoyangkan posisi selang lagi dapat membuatnya kembali bekerja dengan baik.