Dr Jack Newman - Breastfeeding Help and Lactaion Consultant Training  
Menyusui Bayi Adopsi atau Bayi yang Dilahirkan oleh Ibu Pengganti Print E-mail

Anda ingin menyusui bayi Anda yang dilahirkan oleh ibu pengganti atau bayi adopsi? Hebat! Bukan hanya mungkin, ada kemungkinan Anda akan dapat memproduksi ASI yang cukup. Memang akan berbeda dengan menyusui bayi yang telah Anda kandung selama beberapa bulan. Dengan niat dan tekad yang kuat, Anda akan merasakan ikatan batin yang indah karena menyusui  dan Anda dan bayi akan mendapat manfaat dari pengalaman ini.

Menyusui dan ASI

Ada dua masalah dalam menyusui bayi yang diadopsi atau dilahirkan oleh ibu pengganti. Pertama adalah membuat bayi Anda mau menyusu. Yang kedua adalah menghasilkan ASI. Adalah penting untuk mengatur harapan Anda pada tingkat yang masuk akal karena hanya sebagian kecil wanita bisa menghasilkan jumlah ASI yang cukup untuk kebutuhan bayi. Bagaimanapun, menyusui lebih dari sekedar memberi ASI dan banyak ibu yang merasa bahagia dengan menyusui tanpa berharap dapat memproduksi seluruh ASI yang dibutuhkan bayinya. Ibu-ibu tadi lebih mencari hubungan dan kedekatan yang istimewa, dan keterikatan emosional dari proses menyusui. Seperti yang dikatakan oleh seorang ibu yang mengadopsi, "Saya ingin menyusui. Jika bayi bisa sekaligus mendapat ASI, itu bagus".
           
Membuat bayi mau menyusu

Meskipun banyak orang tidak percaya bahwa mengenalkan botol sejak awal dapat mengganggu proses menyusui, mengenalkan dot di usia dini memang dapat mengganggu proses menyusui. Semakin cepat bayi menyusu ke payudara semakin baik. Semakin Anda bisa mencegah bayi menggunakan botol sebelum Anda mulai menyusui, semakin baik. Namun bayi membutuhkan aliran dari payudara agar ia mau tetap melekat dan terus menghisap, terutama jika bayi telah terbiasa mendapat aliran dari botol atau metode minum yang lain (minum dari gelas, menghisap melalui jari). Jadi apa yang bisa dilakukan?

1. Bicaralah dengan tenaga kesehatan di mana bayi akan dilahirkan dan beritahu kepala perawat dan konsultan laktasi bahwa Anda berencana menyusui sang bayi. Mereka seharusnya mau mengakomodasi keinginan Anda untuk memberi minum bayi dengan gelas atau menyusu dengan bantuan jari, jika Anda tidak bisa menyusui segera setelah bayi lahir. Sebenarnya, saat ini sudah sering dibuat pengaturan di mana Anda dapat hadir pada saat bayi lahir dan dapat segera mengambil bayi ke payudara Anda. Semakin awal dimulai, semakin baik. Situasi ini harus didiskusikan sejak awal dengan wanita yang akan melahirkan (ibu biologis) dan jika ada pengacara, biacarakan juga dengannya.

2. Terus lakukan kontak kulit dengan bayi Anda, Anda tidak berpakaian dari pinggang ke atas dan bayi Anda hanya mengenakan popok, adalah sangat penting pada masa-masa ini. Kontak kulit ini akan memantapkan pertukaran informasi sensoris yang penting  antara Anda dan bayi Anda serta membantu bayi menstabilkan beberapa proses fisiologis dan metabolik: mempertahankan kadar gula darah, denyut jantung, laju pernafasan, tekanan darah dan saturasi (kejenuhan) oksigen. Pada saat yang sama, kontak erat antara Anda dan bayi membuat bayi yang tanpa bakteri (saat lahir) mengalami kolonisasi bakteri yang sama dengan Anda. Lebih jauh lagi, memantapkan bayi dengan tempat barunya sambil mendorong  bayi untuk menyusu sekaligus membantu Anda untuk memproduksi ASI.

3. Beberapa ibu pengganti (atau dalam kasus adopsi, ibu biologis) ingin menyusui bayi pada hari-hari pertama. Pada kasus adopsi, ada sedikit kekhawatiran yang diungkapkan oleh pekerja sosial bahwa hal ini dapat menyebabkan ibu biologis berubah pikiran. Ini mungkin saja terjadi, dan mungkin Anda tidak mau mengambil risiko itu. Hal ini dapat menimbulkan perasaan kecewa dan penyesalanantara ibu pengganti dan ibu biologis. Ini adalah kemungkinan secara teoritis tapi akan membantu jika ibu biologis menyusui bayi sehingga bayi belajar menyusu. Ini memungkinkan bayi menyusu, mendapat kolostrum dan tidak mendapat tambahan asupan selain ASI sejak awal. Pilihan lainnya adalah dengan meminta ibu yang melahirkannya untuk memerah ASI pada beberapa minggu pertama sehingga Anda dapat memberikan ASI perah sebagai tambahan ASI Anda sendiri, menggunakan alat bantu menyusui pada payudara (lihat bagian ’s’).

4. Pelekatan yang baik menjadi semakin penting ketika ibu tidak memiliki pasokan ASI yang penuh. Pelekatan yang baik biasanya berarti menyusui tanpa rasa sakit. Pelekatan yang baik berarti bayi mendapat ASI Anda lebih banyak, tanpa memandang apakah ASI Anda berlimpah atau minimal. (Lihat lembar informasi Ketika Melekat/When Latching).

5. Jika bayi Anda perlu mendapat suplementasi (tambahan asupan), maka sebaiknya dilakukan dengan alat bantu menyusui dengan saat bayi sedang menyusu pada payudara (lihat lembar informasi Alat Bantu Menyusui/Lactation Aid). Bayi belajar menyusu dengan menyusu pada payudara, bukan dengan menyusu dengan gelas, jari atau dengan botol. Tentu saja Anda dapat menggunakan ASI yang telah Anda perah sebelumnya. Anda juga bisa mendapatkan ASI dari Bank ASI jika tersedia, karena merupakan yang terbaik kedua setelah ASI perah Anda. Dengan alat bantu menyusui, bayi Anda akan tetap menyusu meskipun mendapat tambahan asupan; lagi pula, bukankah Anda ingin menyusui bayi Anda?

6. Jika Anda mengalami kesulitan untuk membuat bayi Anda menyusu, datanglah ke klinik laktasi sesegera mungkin untuk mendapat bantuan. Bahkan, Anda perlu didampingi oleh seorang konsultan laktasi atau seseorang yang berpengalaman membantu ibu menyusui.

Menghasilkan ASI        

Segera sesudah bayi di dekat Anda, kontak klinik menyusui dan persiapkan pasokan ASI Anda. Pahami bahwa Anda mungkin tidak akan pernah menghasilkan pasokan yang cukup untuk bayi Anda, meskipun ada kemungkinan Anda dapat mencukupinya. Jangan putus asa dengan jumlah ASI yang berhasil diperah sebelum bayi Anda lahir, karena pompa tidak pernah bisa mengeluarkan ASI sebanyak bayi yang melekat dan mengisap dengan baik. Tujuan utama dari memompa ASI sebelum bayi lahir adalah untuk mengeluarkan ASI dari payudara, sehingga payudara dapat menghasilkan lebih banyak, bukan hanya untuk membuat simpanan pasokan ASI sebelum bayi lahir, meskipun hal ini juga baik jika bisa dilakukan.

Di bawah ini dibahas penggunaan obat-obatan pada poin A dan B, membantu Anda mempersiapkan payudara untuk menghasilkan ASI. Kita berusaha membuat tubuh Anda berpikir bahwa Anda sedang hamil. Obat-obatan bukanlah persyaratan mutlak bagi Anda untuk menghasilkan ASI, tapi dapat membantu Anda menghasilkan lebih banyak.

  1. Hormon–Estrogen  dan Progesteron. Jika Anda mengetahui dari jauh-jauh hari, katakanlah paling tidak 3 atau 4 bulan, perawatan dengan kombinasi estrogen dan progesteron dapat membantu mempersiaplan payudara Anda untuk menghasilkan ASI. Pil KB adalah salah satu cara mendapatkan hormon ini, tapi lewatkan plasebonya (pil gula selama satu minggu setiap empat minggu) dan lanjutkan ke paket berikutnya; cara lainnya adalah menggunakan koyo estrogen ditempelkan di payudara ditambah progesteron oral.  Dapatkan informasi mengenai protokol ini dari klinik dan lihat Protokol Newman-Goldfarb untuk Induksi Laktasi di www.asklenore.info. Kami menyarankan Anda mengkonsumsi hormon-hormon ini sampai 6 minggu sebelum bayi lahir.
  2. Domperidone. Lihat lembar informasi Domperidone, Memulai Penggunaan/Domperidone, Getting Started dan Domperidone, Mengakhiri Penggunaan/Domperidone, Stopping). Dosis awalnya adalah 30 mg tiga kali sehari, tetapi kami pernah menggunakan hingga dosis 40 mg 4 kali sehari. Domperidone dilanjutkan ketika hormon telah dihentikan. Biasanya perlu meneruskannya selama beberapa bulan setelah Anda mulai menyusui. Lihat lembar-lembar informasi tersebut untuk informasi lebih lanjut. Tanyakan di klinik.
  3. Memompa. Jika memungkinkan, sewalah sebuah pompa elektrik dengan pompa ganda. Memompa kedua payudara pada saat yang sama menghemat separuh dari waktu yang biasa, dan menghasilkan produksi ASI yang lebih baik. Mulailah memompa saat Anda menghentikan pil KB. Lakukan yang memungkinkan. Jika memungkinkan dua kali sehari pada awalnya, maka lakukan dua kali sehari. Jika bisa melakukan satu kali sehari selama hari kerja, tetapi bisa enam kali sehari pada akhir pekan, lakukan demikian. Pasangan Anda juga dapat membantu stimulasi puting (lihat lembar informasi Memerah ASI/Expressing Milk)

Tapi akankah saya menghasilkan seluruh ASI yang dibutuhkan bayi?

Mungkin ya, mungkin tidak. Jika tidak, tetap susui bayi Anda, biarkan diri  Anda dan bayi menikmati hubungan istimewa yang terjadi saat menyusui. Dalam kasus apapun, sedikit ASI lebih baik daripada tidak sama sekali.

Sangat Penting: jika Anda memutuskan mengkonsumsi obat-obatan (hormon dan/atau domperidone), dokter keluarga Anda harus mengerti apa yang Anda minum dan mengapa Anda meminumnya. Adalah penting untuk  menjalani pemeriksaan fisik dan tekanan darah sebelum memulai protokol ini. Efek samping yang signifikian jarang terjadi, tapi tidak berarti tidak mungkin terjadi. Anda perlu dipantau oleh dokter Anda, dan segera setelah bayi Anda bersama Anda, dokter anak Anda perlu mengetahui bahwa Anda menyusuinya dan perlu memantau kemajuan bayi seperti bayi-bayi lainnya.

Pertanyaan? Pertama-tama kunjungi laman nbci.ca atau drjacknewman.com. Jika informasi yang Anda butuhkan tidak ada, klik Contact Us dan tulis pertanyaan Anda ke dalam email. Informasi juga tersedia di dalam Dr. Jack Newman's Guide to Breastfeeding (atau The Ultimate Breastfeeding Book of Answers); dan/atau DVD kami, Dr. Jack Newman's Visual Guide to Breastfeeding (tersedia dalam bahasa Perancis atau dengan teks dalam bahasa Spanyol, Portugis dan Itali); dan/atau The Latch Book and Other Keys to Breastfeeding Success; dan/atau L-eat Latch and Transfer Tool; dan/atau GamePlan for Protecting and Supporting Breastfeeding in the First 24 Hours of Life and Beyond.

untuk membuat perjanjian dengan klinik kami kunjungi www.nbci.ca. jika Anda kesulitan mengirim email atau mendapat akses internet, hubungi (416) 498-0002.
Menyusui Bayi Adopsi atau Bayi yang Dilahirkan oleh Ibu Pengganti , 2009©
Written and revised (under other names) by Jack Newman, MD, FRCPC, 1995-2005©
Revised by Jack Newman MD, FRCPC, IBCLC and Edith Kernerman IBCLC, 2008, 2009©