Dr Jack Newman - Breastfeeding Help and Lactaion Consultant Training  
Puting Sambungan Print E-mail

Cukup mengejutkan melihat bahwa puting sambungan (nipple shileds), yang penggunaannya telah kita lihat menurun dengan cepat pada tahun 1970an dan sebelumnya, kini di tahun 2000an kembali dianggap sebagai penanganan yang sesuai untuk berbagai masalah menyusui? Secara luas hal ini dianggap suatu kesalahan karena penggunaan puting sambungan menyebabkan bayi terjebak dengan alat ini. Seiring berjalannya waktu, produksi ASI ibu biasanya akan menurun jika ibu menggunakan puting sambungan. Beberapa penelitian akan menyatakan bahwa tidak terjadi penurunan; jika membandingkan antara pengeluaran ASI dari puting sambungan dengan bayi yang melekat dengan tidak benar, tentu, tidak ada penurunan. Intinya adalah untuk membuat bayi melekat dengan baik. Kami yakin bahwa puting sambungan tidak memungkinkan hal tersebut. Sayangnya, dalam pendapat kami masih dianggap benar bahwa penggunaan puting sambungan bukanlah cara terbaik dan ini dianggap sebagai pendapat klinik dan institut kami bahwa puting sambungan sangat jarang sekali perlu digunakan.

Apakah puting sambungan itu?

Puting sambungan berbeda dengan pelindung payudara atau tudung payudara (breast shield atau shell). Pelindung payudara tidak digunakan saat menyusui bayi, tapi di antara waktu menyusui, dan tujuannya adalah untuk membuat puting lebih menonjol, sehingga bayi dapat lebih mudah melekat, atau, untuk melindungi puting agar tidak menyentuh BH ibu, terutama saat puting sedang luka. Apakah shell benar-benar bermanfaat untuk tujuan tersebut masih diperdebatkan, tapi pelindung payudara kemungkinan tidak berbahaya; puting sambungan berbahaya. Puting sambunganadalah dot yang fleksibel dipasang di puting ibu dan areola. Sekarang Puting sambungan dibuat dari silikon dan dibuat dalam beberapa diameter dan ukuran. Puting sambungan umumnya digunakan untuk alasan-alasan berikut ini:

  1. Bayi tidak mau menyusu pada payudara
  2. Ibu mengalami puting lecet
  3. Bayi lahir prematur
  4. Bayi perlu “belajar cara mengisap”.

 

Puting sambungan, sebenarnya, bukan jawaban bagi masalah-masalah tersebut di atas. Ia memberi kesan bahwa masalah tersebut telah teratasi, tapi sebenarnya, masalahnya belum teratasi sama sekali. Kesan bahwa keadaan berjalan baik menyebabkan ibu tidak segera mendapatkan bantuan dan membuat penyelesaian masalah menjadi lebih sulit seiring berjalannya waktu. Mari lihat pertanyaan-pertanyaan ini lebih dekat.

1. Bayi tidak mau menyusu pada payudara.
Puting sambungan biasanya bukan solusinya. Bahkan, bayi yang menyusu pada payudara melalui puting sambungansebenarnya tidak melekat pada payudara; ia melekat pada puting sambungan. Apakah hal ini berpengaruh? Ya, karena pelekatan yang tidak baik tetap tidak baik dan sekalipun bayi  mampu menyusu dengan  baik   lewat puting sambungan, namun sesungguhnya  pelekatannya tetap tidak baik. Ini berarti bayi akan tergantung pada refleks pengeluaran ASI (refleks pengaliran) yang dimiliki ibunya. Jika produksi ASI ibu banyak, maka berat badan bayi akan tetap meningkat. Meskipun begitu, bagaimanapun, kami percaya penggunaan puting sambungan adalah problematis (lihat bawah).
Banyak ibu memiliki produksi ASI yang baik tapi tidak ada satupun yang menyebut produksi ASI berlimpah. Dalam hal ini, sangat mungkin bayi tidak naik berat badannya secara cukup jika menggunakan puting sambungan. Lebih jauh lagi, seperti yang disebutkan di atas, ketika bayi menyusu melalui puting sambungan, produksi ASI bahkan bisa menurun (lihat lembar informasi Slow Weight Gain after Early Good Weight Gain). Lebih buruk lagi, jika produksi ASI menurun, akan menjadi lebih sulit untuk membuat bayi mau menyusu pada payudara tanpa menggunakan puting sambungan.
Bahkan jika beberapa pembenaran bisa ditemukan untuk menggunakan puting sambungan, mulai melakukannya sebelum “ASI keluar”, menurut pendapat kami, hal tersebut bukanlah cara terbaik. Banyak sekali bayi yang tidak melekat pada payudara pada beberapa hari pertama, akan melekat tanpa masalah, bahkan mudah, ketika ASI ibunya “keluar”, terutama jika sang ibu mendapat bantuan yang baik. Jika sang ibu percaya bahwa puting sambungan telah mengatasi masalahnya, ia kemungkinan tidak akan mendapatkan bantuan sampai saat sudah terlambat. Berikut ini hanya satu email (informasi identitas telah dihapus) dari ratusan yang dapat kami masukkan:
“Bayi saya lahir pada xxx dengan berat badan 2.5 kg. Saya mulai menggunakan breast shield ketika bayi berusia beberapa hari karena bayi saya tidak mau melekat; semuanya sepertinya baik-baik saja, tapi saat usia sekitar 3 minggu saya mulai menyadari bahwa sepertinya dia tidak mengisap dengan benar dan pada pemeriksaan di usia satu bulan berat badannya hanya naik 1 ons.”
Jadi sekarang bagaimana? Setelah satu bulan menyusui dengan puting sambungan, mungkin sudah sangat sulit untuk membuat bayi mau menyusu secara langsung terutama jika berat badan yang naik sedikit disebabkan karena produksi ASI menurun bukan karena bayi tidak mendapat cukup ASI karena puting sambungan (keduanya, sebenarnya, mungkin). Sang ibu mungkin sudah diminta untuk memberi suplementasi atau tambahan. Sang ibu membutuhkan banyak dukungan.
Kami yakin lebih baik jika ibu memerah ASI-nya dan memberikannya pada bayi melalui cangkir (atau, jika sangat terpaksa, dengan botol) daripada menggunakan puting sambungan. Setidaknya memerah ASI akan mempertahankan produksi ASI. Lihat lembar informasi When the Baby Does Not Yet Latch, Finger & Cup Feeding and Expressing Milk.

2. Ibu mengalami puting lecet.
Penggunaan puting sambungan untuk puting lecet menyebabkan masalah yang sama seperti menggunakannya untuk bayi yang tidak mau menyusu/melekat. Produksi ASI bisa menurun dan bayi mungkin tidak akan mau menyusu secara langsung lagi. Lebih lanjut, puting sambungan bukan cara yang baik untuk menangani puting lecet, seringkali akan memperparah masalah dan menyebabkan lebih banyak trauma.  Benar, saya sudah mendengar dari beberapa ibu bahwa menggunakan puting sambungan membantu mereka mengurangi rasa sakit dan mereka dapat membuat bayi mau menyusu lagi tanpa rasa sakit; tetapi tidak selalu itu masalahnya dan tentunya ada cara-cara yang lebih baik untuk menangani puting lecet (pencegahan lebih baik). Lihat lembar informasi When Latching, Sore Nipples, The All Purpose Nipple Ointment, Candida Protocol  dan juga video klipnya.

3.  Bayi lahir prematur.
Bayi yang lahir di usia 34 minggu  tidak  dilarang untuk mulai menyusu (sesuai dengan unit perawatan khusus atau unit perawatan intensif bayi baru lahir pada umumnya di Amerika Utara dan Eropa Barat), jika sang ibu dibantu untuk mendapatkan pelekatan yang sempurna dan ditunjukkan bagaimana cara mengetahui apakah bayi mendapatkan ASI, maka puting sambungan tidak akan diperlukan untuk bayi prematur. Lihat lembar informasi Preamture Baby.

4. Bayi perlu belajar mengisap.
Bayi belajar mengisap dan mengisap dengan baik dengan cara menyusu. Jika bayi “mengisap lebih baik” pada puting sambungan itu hanya karena bayi tidak melekat dengan baik pada payudara. Bayi yang melekat dengan baik dan mendapatkan ASI akan mengisap dengan baik. Masalahnya adalah bayi tidak melekat dengan baik dan menggunakan puting sambungan tidak mengajarkan bayi untuk melakukan itu.

Pertanyaan? Pertama-tama kunjungi laman nbci.ca atau drjacknewman.com. Jika informasi yang Anda butuhkan tidak ada, klik Contact Us dan tulis pertanyaan Anda ke dalam email. Informasi juga tersedia di dalam Dr. Jack Newman's Guide to Breastfeeding (atau The Ultimate Breastfeeding Book of Answers); dan/atau DVD kami, Dr. Jack Newman's Visual Guide to Breastfeeding (tersedia dalam bahasa Perancis atau dengan teks dalam bahasa Spanyol, Portugis dan Itali); dan/atau The Latch Book and Other Keys to Breastfeeding Success; dan/atau L-eat Latch and Transfer Tool; dan/atau GamePlan for Protecting and Supporting Breastfeeding in the First 24 Hours of Life and Beyond.

Untuk membuat perjanjian dengan klinik kami kunjungi www.nbci.ca. Jika Anda kesulitan mengirim email atau mendapat akses internet, hubungi (416) 498-0002.



Puting Sambungan, April 2009©
Written by Jack Newman MD, FRPC, and Edith Kernerman IBCLC, 2009©